ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI (tgs 2)

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan

Biasanya penyalahgunaan teknologi informasi ini dilakukan dengan motif untuk mendapatkan informasi penting yang dimiliki oleh pihak atau organisasi tertentu, ancaman – ancaman tersebut antara lain:

  • Interruption Merupakan ancaman terhadap availability, yaitu data dan informasi yang berada dalam system computer dirusak atau dibuang, sehingga menjadi tidak ada dan tidak berguna.
  • Interception Merupakan ancaman terhadap secrecy, yaitu orang yang tidak berhak namun berhasil mendapatkan akses informasi dari dalam system computer.
  • Modification Merupakan ancaman terhadap integritas, yaitu orang yang tidak berhak yang tidak hanya berhasil mendapatkan akses informasi dari dalam system computer, tetapi juga dapat melakukan perubahan terhadap informasi.
  • Fabrication Merupakan ancaman terhadap integritas , yaitu orang yang tidak berhak yang meniru atau memalsukan suatu objek ke dalam system.

Pencegahan

Untuk pencegahan dari level atas yaitu adanya peran serta pemerintah dalam upaya mengontrol perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencegah penyalahgunaan yang mungkin terjadi di masyarakat. Selain itu aturan – aturan tentang teknologi informasi juga tertuang dalam Undang – Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronika). Dalam hal ini kita sebagai pengguna ikut mengontrol dalam penegakan hukum terkait dengan masalah penyalahgunaan TIK. Selain itu untuk contoh pengamanan terhadap data suatu organisasi atau pihak yang mempunyai data yang penting, biasanya sudah mengantisipasinya dengan sistem yang sesuai seperti meng-enkripsi data yang disimpan sehingga data tidak mudah dibaca oleh pencuri.

UU ITE

Berdasarkan pada Pasal 4 UU ITE Tahun 2008, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini khususnya bagi bangsa Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan public serta memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara teknologi informasi.

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya. Pada UUITE ini juga diatur berbagai ancaman hukuman bagi kejahatan melalui internet. UUITE mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat pada umumnya guna mendapatkan kepastian hukum, dengan diakuinya bukti elektronik dan tanda tangan digital sebagai bukti yang sah di pengadilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s