Doa

DOA

kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943;

Chairil Anwar

Gelora hidup Chairil akhirnya tiba juga di garis batas vitalitasnya sendiri, di titik keterbatasannya sendiri. Pertempuran habis-habisan di gelanggang perang hidup sang penyair kini membimbingnya menuju relung terdalam dunia batinnya sendiri. Dalam puisi “Doa”, yang ditulis 6 bulan setelah “Di Mesjid”, dia menemukan Tuhan tak lagi di gelanggang perang, melainkan di pintuMu aku mengetuk/ aku tidak bisa berpaling. Sang binatang jalang itu kini hilang bentuk, remuk, terbakar cayaMu [yang] panas suci bersama seluruh gelora hidup dan cintanya. Kiranya kini dia benar-benar tak bisa berpaling.
Di tahun 1949, sang penyair tahu bahwa maut mulai mendekat. Meskipun baginya kini maut bukan lagi ajal yang menghantu, sebagaimana dikatakan penyair dalam “Nocturno”, dia tidaklah menghadapinya dengan sikap melawan. Alih-alih, dia melucuti hampir seluruh gelora dan vitalitasnya —yang sejauh ini telah menjiwai hidup sang penyair. Sebagaimana tergambar dalam puisi “Yang Terampas dan yang Putus” dan “Derai-derai Cemara”, di hadapan bayangan maut tak ada lagi yang bisa berdentang, meradang, menerjang. Tidak hidup, tidak juga cinta. Yang tersisa kini hanya tangan yang bergerak lantang. Bersamaan dengan itu, sang penyair mulai membayangkan pemakaman tempat dia akan dikuburkan, yaitu di Karet, di mana tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s